TATA CARA PENCALONAN DAN PENGUNDURAN DIRI PASANGAN CALON PRESIDEN MAHASISWA DAN CALON WAKIL PRESIDEN MAHASISWA KM IPB PERIODE 2010-2011

 

BAB I

Ketentuan umum

Pasal 1

  1. Bakal pasangan capresma-cawapresma yang selanjutnya disebut dengan bakal pasangan calon adalah setiap mahasiswa anggota penuh KM IPB sesuai AD/ART KM IPB yang mendaftarkan diri menjadi pasangan calon
  2. Pasangan capresma-cawapresma yang selanjutnya disebut dengan pasangan calon adalah bakal pasangan calon yang telah melengkapi persyaratan dan dinyatakan lolos verifikasi oleh KPR.

BAB II

Mekanisme Pencalonan

Pasal 2

  1. Mahasiswa yang berminat menjadi pasangan calon dapat  mendaftarkan diri kepada KPR.
  2. Waktu pendaftaran dan verifikasi ditetapkan oleh KPR.
  3. Bakal pasangan calon wajib mengisi formulir pendaftaran dan menyerahkan seluruh persyaratan yang ditetapkan oleh KPR kepada KPR sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.
  4. Persyaratan yang harus dipenuhi oleh bakal pasangan calon adalah :
    1. Anggota penuh KM IPB, dibuktikan dengan surat pernyataan telah mengikuti masa perkenalan kampus mahasiswa baru disertai materai Rp 6.000,00 dan fotocopy KTM.
    2. Warga Negara Indonesia (WNI), dibuktikan dengan fotocopy KTP atau surat identitas yang masih berlaku selama masa pendaftaran.
    3. Tidak pernah terlibat tindakan kriminal yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian.
    4. Berbadan sehat, dibuktikan dengan surat keterangan berbadan sehat dari dokter.
    5. Didukung oleh mahasiswa, dibuktikan dengan menyerahkan fotocopy KTM anggota KM IPB yang tidak boleh sama antar bakal pasangan calon, dengan jumlah :
  • Lima puluh (50) lembar dari mahasiswa Diploma
  • Dua puluh (20) lembar dari mahasiswa masing-masing Fakultas
  • Tiga puluh (30) lembar dari mahasiswa putra Tingkat Persiapan Bersama (TPB)
  • Tiga puluh (30) lembar dari mahasiswa putri Tingkat Persiapan Bersama (TPB)
  1. Pendaftaran bersifat terbuka untuk anggota penuh KM IPB.
  2. Mengisi formulir pendaftaran yang dapat diperoleh di sekretariat MPM KM IPB.
  3. Membuat dan menyerahkan tulisan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dengan format yang akan ditentukan kemudian oleh KPR.
  4. Setiap pasangan calon yang sudah terdaftar tidak boleh merangkap menjadi anggota perangkat Pemira KM IPB.
  5. KPR memverifikasi seluruh persyaratan yang masuk dari bakal pasangan calon.
  6. KPR mengumumkan seluruh pasangan calon yang lolos verifikasi kepada mahasiswa IPB.

 

Mekanisme Pencalonan Masa Penambahan Waktu

Pasal 3

  1. Apabila bakal pasangan calon tidak ada atau hanya ada satu yang mendaftar  maka akan diadakan penambahan waktu yang ditentukan oleh KPR
  2. Apabila sampai batas akhir penambahan waktu yang telah ditentukan tidak ada bakal capresma dan cawapresma yang mendaftar maka tahapan pemira selanjutnya diserahkan kepada MPM KM IPB.
  3. Apabila sampai batas akhir penambahan waktu yang telah ditentukan hanya ada satu bakal pasangan calon maka tahapan pemira akan dilanjutkan seperti yang telah ditetapkan.(diserahkan ke MPM)
  4. Bakal pasangan calon yang mendaftar saat penambahan waktu maka akan dikenai sanksi berupa pemotongan suara sebesar 1%(10%,20%) jika lolos verifikasi.

 

 

BAB III

Kewajiban dan Hak Pasangan calon

Pasal 4

  1. Setelah ditetapkan sebagai pasangan calon, maka yang bersangkutan wajib membentuk tim sukses dari mahasiswa IPB dan didaftarkan secara resmi kepada KPR.
  2. Pasangan calon wajib menyerahkan daftar nama-nama tim sukses disertai fotocopy KTM tiap anggota tim sukses tersebut kepada KPR.
  3. Setelah ditetapkan sebagai pasangan calon, maka yang bersangkutan berhak mendapatkan informasi dari KPR mengenai rangkaian kegiatan Pemira.
  4. Pasangan calon wajib mengikuti rangkaian kegiatan Pemira yang telah ditetapkan oleh KPR.

 

BAB IV

Mekanisme Pengunduran Diri

Pasal 5

Bakal Pasangan calon

Pengunduran diri bakal pasangan calon dilakukan dengan membuat surat pengunduran diri secara resmi kepada KPR.

Pasal 6

Pasangan calon

  1. Pengunduran diri pasangan calon dilakukan dengan membuat surat pengunduran diri secara resmi kepada KPR.
  2. Jika pasangan calon mengundurkan diri, maka pasangan calon wajib membayar denda berupa uang Rp 500.000,00 kepada KPR dan membuat surat terbuka yang berisikan pernyataan permohonan maaf kepada seluruh mahasiswa IPB yang disebarkan di IPB.
  3. Surat pernyataan permohonan maaf tersebut disahkan oleh KPR.

 

PETUNJUK TEKNIS VERIFIKASI PEMILIHAN PASANGAN CALON PRESIDEN MAHASISWA DAN CALON WAKIL PRESIDEN MAHASISWA KM IPB PERIODE 2010-2011

 

BAB I

Petunjuk Teknis Verifikasi Pemira KM IPB Tahun 2010

Pasal 1

Verifikasi Bakal Pasangan calon

  1. Verifikasi adalah proses pemeriksaan kelengkapan persyaratan bakal pasangan calon oleh KPR yang bersifat administratif dan aktual.
  2. Seluruh persyaratan bakal pasangan calon yang ditetapkan KPR bersifat wajib.
  3. Bakal pasangan calon lolos verifikasi apabila :
    1. Memenuhi persyaratan sebagaimana yang dimaksud pada Surat Keputusan KPR No.005/Kep/KPR/X/2010 Bab II pasal 2 ayat 4.
    2. Mengumpulkan semua persyaratan yang telah ditetapkan paling lambat tanggal 22 Oktober 2010 pukul 17.00 WIB.
  4. Verifikasi diselenggarakan pada tanggal 23 Oktober 2010 mulai pukul 08.00 WIB oleh KPR.
  5. Bakal pasangan calon yang telah lolos verifikasi wajib memenuhi persyaratan tambahan yang ditetapkan oleh KPR dan menyerahkannya paling lambat 3 jam (2*24 jam) setelah verifikasi ditutup. Persyaratan tambahan tersebut berupa :
    1. Formulir dan fotocopy KTM tim sukses.
    2. Foto berwarna terbaru tim sukses, ukuran 4×6 sebanyak 2 lembar.
  6. Verifikasi dihadiri oleh perangkat Pemira KM IPB, bakal pasangan calon, 2 orang saksi dari  bakal pasangan calon, dan terbuka untuk mahasiswa IPB.
  7. Berkas persyaratan bakal pasangan calon diurutkan berdasarkan waktu pengumpulan berkas pendaftaran.
  8. Apabila terdapat kesamaan persyaratan berupa KTM, maka bakal pasangan calon  yang bersangkutan wajib mengganti dengan KTM yang berbeda sebelum verifikasi berakhir.
  9. Apabila bakal pasangan calon tidak ada atau hanya ada satu yang lolos verifikasi maka akan diadakan penambahan waktu yang ditentukan oleh KPR.

 

PERATURAN KAMPANYE PASANGAN CALON PRESIDEN MAHASISWA DAN CALON WAKIL PRESIDEN MAHASISWA KM IPB PERIODE

2010-2011

BAB I

Ketentuan Umum

Pasal 1

  1. Kampanye adalah kegiatan pasangan calon KM IPB dan tim suksesnya untuk meyakinkan para pemilih dan atau menyampaikan visi, misi, dan program-programnya
  2. Kampanye tulisan adalah bentuk kampanye yang dilakukan melalui tulisan.
  3. Kampanye lisan adalah bentuk kampanye yang dilakukan melalui lisan yang melibatkan massa minimal sepuluh orang.
  4. Sarana kampanye adalah seluruh media, alat dan bahan yang digunakan untuk kampanye.
  5. Pertemuan kelas adalah pertemuan yang dilakukan pada saat rentang waktu kuliah dalam suatu kelas
  6. Debat terbuka adalah kampanye terbuka yang difasilitasi oleh KPR dan KPRW untuk seluruh pasangan calon dihadapan mahasiswa IPB secara langsung.
  7. Dialog publik adalah jenis kampanye yang dilakukan oleh pasangan calon KM IPB  di masing-masing fakultas/TPB/Diploma yang difasilitasi oleh KPR dan KPRW.
  8. Tim sukses adalah sekelompok mahasiswa IPB yang membantu pasangan calon KM IPB untuk memperoleh suara terbanyak yang terdaftar secara resmi di KPR dengan dipimpin koordinator.

 

BAB II

Peraturan Kampanye

Pasal 2

  1. Dalam penyelenggaraan Pemira, seluruh mahasiswa IPB berhak menghadiri kampanye.
    1. Dalam penyelenggaraan Pemira, mahasiswa IPB yang menghadiri kampanye wajib mematuhi tata tertib kampanye.
  2. Kampanye tulisan dapat dilaksanakan dengan cara :
  3. Media cetak
  4. Media elektronik
    1. Kampanye lisan dapat dilaksanakan dengan cara :
      1. Pertemuan kelas
      2. Debat Terbuka
      3. Dialog publik
  5. Kampanye Media cetak bertempat hanya di dalam lingkungan kampus IPB
  6. Tata cara pemasangan atribut kampanye tidak boleh melanggar tata aturan publikasi yang berlaku di kampus.
  7. Seluruh sarana kampanye baik media cetak maupun elektronik yang  akan digunakan harus dilaporkan ke KPR secara tertulis paling lambat 1 x 24 jam sebelum dipublikasikan.
  8. Seluruh pasangan calon KM IPB  berkampanye  sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh KPR.
  9. Setelah masa kampanye berakhir, seluruh pasangan calon KM IPB  tidak diperbolehkan melakukan kampanye dalam bentuk apapun.

 

 

Pasal 3

Kampanye pasangan calon KM IPB

  1. Pasangan calon KM IPB wajib mengikuti kampanye tulisan, Opening Speech Campaign, Debat Terbuka, dan Dialog Publik.
  2. Pasangan calon KM IPB melakukan kampanye sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan KPR.
  3. Pasangan calon KM IPB diperbolehkan melakukan pertemuan kelas dengan seizin KPR dan pemberitahuan kepada KPR secara tertulis paling lambat 1 hari sebelum pelaksanaan.
  4. Kampanye pasangan calon dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober – 21 November  2010

 

BAB III

Pelanggaran dan Sanksi

Pasal 4

Pelanggaran

  1. Merusak/menghilangkan sarana dan prasarana kampanye KPR
  2. Melakukan kampanye negatif dengan menghina suku, agama, ideologi, ras, atau golongan
  3. Mengancam untuk melakukan kekerasan atau menganjurkan penggunaan kekerasan
  4. Melakukan politik uang
  5. Tidak bersepatu dan berpakaian rapi dan sopan
  6. Merusak fasilitas kampus
  7. Menggunakan  rokok, minuman keras, dan obat-obatan terlarang pada saat kampanye
  8. Mendiskreditkan pasangan calon lainnya
  9. Menggunakan atribut parpol atau ormas tertentu
  10. Merusak/menghilangkan sarana kampanye pasangan calon lainnya
  11. Melakukan kampanye diluar jadwal yang telah ditetapkan oleh KPR
  12. Mengganggu atau menghambat aktivitas kampanye pasangan calon lainnya
  13. Menggunakan gambar iklan rokok dan/atau minuman keras
  14. Sarana kampanye tidak memenuhi peraturan kampanye yang ditetapkan KPR
  15. Melibatkan pihak luar KM IPB

 

Pasal 5

Sanksi

  1. Pelanggaran terhadap pasal 4 ayat 1, dikenakan sanksi berupa pemotongan 10% suara
  2. Pelanggaran terhadap pasal 4 ayat 2, dikenakan sanksi berupa diskualifikasi dari kegiatan Pemira
  3. Pelanggaran terhadap pasal 4 ayat 3, dikenakan sanksi berupa diskualifikasi dari kegiatan Pemira
  4. Pelanggaran terhadap pasal 4 ayat 4, dikenakan sanksi berupa diskualifikasi dari kegiatan Pemira
  5. Pelanggaran terhadap pasal 4 ayat 5, dikenakan sanksi berupa peneguran dan tidak boleh mengikuti kegiatan kampanye
  6. Pelanggaran terhadap pasal 4 ayat 6, dikenakan sanksi berupa pemotongan 1% suara
  7. Pelanggaran terhadap pasal 4 ayat 7, dikenakan sanksi berupa pemotongan 10% suara
  8. Pelanggaran terhadap pasal 4 ayat 8, dikenakan sanksi berupa pemotongan 10% suara
  9. Pelanggaran terhadap pasal 4 ayat 9, dikenakan sanksi berupa pemotongan 20% suara
    1. Pelanggaran terhadap pasal 4 ayat 10, dikenakan sanksi berupa pemotongan 10% suara
    2. Pelanggaran terhadap pasal 4 ayat 11, dikenakan sanksi berupa pemotongan 5% suara
    3. Pelanggaran terhadap pasal 4 ayat 12, dikenakan sanksi berupa pemotongan 1% suara
    4. Pelanggaran terhadap pasal 4 ayat 13, dikenakan sanksi berupa penyitaan
    5. Pelanggaran terhadap pasal 4 ayat 14, dikenakan sanksi berupa pencabutan
    6. Pelanggaran terhadap pasal 4 ayat 15, dikenakan sanksi berupa pemotongan 1% suara

 

PETUNJUK TEKNIS KAMPANYE PASANGAN CALON PRESIDEN MAHASISWA DAN CALON WAKIL PRESIDEN MAHASISWA KM IPB PERIODE 2010-2011

 

BAB I

Mekanisme Kampanye Pasangan calon

Pasal 1

Mekanisme Kampanye Tulisan

  1. Kampanye tulisan dilakukan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh KPR.
  2. Bentuk pelaporan kampanye media cetak berupa surat pemberitahuan resmi yang mencakup:
    1. Jenis media cetak yang digunakan
    2. Jumlah target publikasi
    3. Materi yang disampaikan
    4. Sampel sarana kampanye
    5. Tanda tangan calon dan/atau koordinator tim sukses
    6. Bentuk pelaporan kampanye media elektronik berupa surat pemberitahuan resmi yang mencakup:
      1. Nomor ponsel, alamat situs
      2. Materi yang disampaikan
      3. Tampilan
      4. Tanda tangan calon dan/atau koordinator tim sukses
      5. Setelah adanya pemasangan publikasi tim sukses atau pasangan calon melaporkan surat pemberitahuan yang berisi jenis, realisasi  jumlah dan lokasi target publikasi.

 

Pasal 2

Mekanisme Kampanye Lisan

  1. Apabila salah satu pasangan calon tidak dapat mengikuti kampanye lisan sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan KPR No.003/Tap/KPR/X/2010 tentang Peraturan Kampanye pasangan calon dalam Pemira KM IPB tahun 2010 pasal 2 ayat 4, dikarenakan sakit parah yang dibuktikan surat keterangan dokter, maka kampanye lisan akan berjalan sesuai dengan yang dijadwalkan.
  2. Apabila salah satu/keduanya pasangan calon meninggal dunia, maka secara otomatis tidak dapat menjadi pasangan calon dan tidak dikenakan sanksi apapun.
  3. Apabila salah satu atau keduanya dari pasangan calon terlambat dalam mengikuti dialog publik/debat terbuka yang telah ditetapkan KPR, maka wajib  memberikan konfirmasi yang jelas kepada KPR paling lambat 1×60 menit sebelum jadwal pelaksanaan, dan opening ceremony/dialog publik/debat terbuka akan tetap berjalan.
  4. Apabila salah satu atau keduanya dari pasangan calon terlambat dalam mengikuti karnaval/dialog publik/debat terbuka yang telah ditetapkan KPR tanpa memberikan konfirmasi yang jelas atau tidak sesuai dengan aturan konfirmasi sesuai pasal 2 ayat 3 maka opening ceremony/dialog publik/debat terbuka akan tetap berjalan dan yang bersangkutan tidak diperkenankan memasuki arena kampanye.
  5. Apabila  Dialog publik dan debat terbuka dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan oleh KPR.
  6. Dialog publik dan debat terbuka dipimpin oleh seorang moderator yang ditetapkan oleh KPR atas masukan dari PPR dan KPRW.
  7. Mekanisme Opening Speech Campaign:
    1. Pembukaan oleh pembawa acara
    2. Penampilan kretifitas calon dan tim sukses dengan tema “PEMIRA CERIA (Cerdas, Inovatif, dan Apresiatif) “
    3. Opening Speech Campaign dari KPR dan calon
    4. MoU pemira damai
    5. Penutupan
    6. Mekanisme dialog publik :
      1. Pembukaan oleh pembawa acara
      2. Penampilan kreatifitas dari pasangan calon Presma dan Wapresma
      3. Pembukaan oleh moderator
      4. Opening statement dari masing- masing pasangan calon KM IPB
      5. Brainsorming oleh moderator
      6. Tanya jawab dengan audiens
      7. Penutup
      8. Mekanisme debat terbuka :
        1. Pembukaan oleh pembawa acara
        2. Perkenalan panelis oleh moderator
        3. Opening statement dari masing- masing pasangan calon
        4. Tanya jawab dengan panelis
        5. Tanya jawab antar pasangan calon
        6. Tanya jawab dengan audiens
        7. Penutup
        8. Pembawa acara dan panelis ditetapkan oleh KPR atas masukan dari PPR.
        9. Apabila selama kampanye lisan terjadi keributan/kericuhan yang dapat menyebabkan kampanye tersebut tidak dapat diteruskan lagi, maka kampanye lisan pada hari itu dihentikan oleh KPR.

 

PETUNJUK TEKNIS TIM SUKSES PEMIRA EKSEKUTIF KM IPB TAHUN 2010

BAB I

Mekanisme Pendaftaran Tim Sukses

Pasal 1

  1. Tim sukses pasangan calon yang sah adalah yang terdaftar dan telah disahkan oleh KPR KM IPB.
  2. Pendaftaran tim sukses pasangan calon wajib melampirkan berkas pendaftaran berupa :
    1. Fotocopy KTM (masing-masing 1 lembar)
    2. Pas foto berwarna terbaru berukuran 4×6 (masing-masing 2 lembar)
    3. Pihak pasangan calon wajib menyerahkan daftar tim sukses beserta berkas pendaftaran paling lambat 3 jam (2*24 jam) setelah verifikasi ditutup.

 

BAB II

Keanggotaan Tim Sukses

Pasal 2

  1. Jumlah tim sukses setiap pasangan calon maksimal berjumlah 22 orang yang dipimpin oleh seorang koordinator tim sukses dan disahkan oleh KPR.
  2. Anggota tim sukses setiap pasangan calon dapat mengundurkan diri secara resmi dengan menyerahkan surat pengunduran diri kepada KPR.
  3. Surat pengunduran diri tersebut berisikan nama, NRP, dan alasan serta tanda tangan anggota tim sukses yang mengundurkan diri dengan persetujuan dari pasangan calon.
  4. Surat pengunduran diri tersebut diserahkan langsung oleh pasangan calon yang bersangkutan kepada KPR.
  5. Anggota tim sukses pasangan calon yang mengundurkan diri tidak dapat digantikan oleh orang lain.

BAB III

Tanda Pengenal

Pasal 3

  1. Seluruh tim sukses mendapatkan tanda pengenal dari KPR.
  2. Tanda pengenal wajib dipakai pada saat menjalankan tugas.
  3. Tanda pengenal hanya diperuntukkan bagi orang yang bersangkutan dan tidak boleh dipergunakan oleh orang lain.
  4. Apabila tanda pengenal hilang, maka wajib langsung melaporkannya kepada KPR.
  5. Apabila anggota tim sukses mengundurkan diri, maka wajib mengembalikan tanda pengenalnya kepada KPR.
  6. Apabila terjadi pelanggaran terhadap pasal 2 ayat 3 tersebut di atas, maka yang bersangkutan ditegur.
  7. Apabila yang bersangkutan tidak mengindahkan teguran tersebut, maka akan diberi surat peringatan.
  8. Apabila yang bersangkutan tidak mengindahkan surat peringatan tersebut, maka keanggotaannnya sebagai tim sukses akan dicabut.

 

Peraturan Penjelas SK No. 003/Tap/KPR/X/2010

 

  1. SK No. 003/Tap/KPR/X/2010 tentang peraturan kampanye pasangan calon presma-wapresma KM IPB periode 2010-2011 Bab III pasal 3 ayat 1 mengenai sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana yang dimaksud adalah segala sesuatu yang terdapat logo KPR.

  1. SK No. 003/Tap/KPR/X/2010 tentang peraturan kampanye pasangan calon presma-wapresma KM IPB periode 2010-2011 Bab III pasal 3 ayat  mengenai politik uang.

Politik uang yang dimaksud berupa suap. Suap diartikan sebagai kegiatan memberikan uang dengan tujuan agar yang diberi memberikan suaranya untuk pasangan calon yang bersangkutan.

  1. SK No. 003/Tap/KPR/X/2010 tentang peraturan kampanye pasangan calon presma-wapresma KM IPB periode 2010-2011 Bab III pasal 3 ayat 6 mengenai mendiskreditkan.

Sesuai KBBI.

  1. SK No. 003/Tap/KPR/X/2010 tentang peraturan kampanye pasangan calon presma-wapresma KM IPB periode 2010-2011 Bab III pasal 3 ayat 7 mengenai Ormas.

Ormas yang dimaksud  adalah organisasi yang tidak termasuk dalam KM IPB.

  1. SK No. 003/Tap/KPR/X/2010 tentang peraturan kampanye pasangan calon presma-wapresma KM IPB periode 2010-2011 Bab III pasal 3 ayat 8 mengenai merusak/menghilangkan.

Merusak yang dimaksud adalah kegiatan yang merubah bentuk asli dan atau memindahkan dari tempatnya.

  1. SK No. 003/Tap/KPR/X/2010 tentang peraturan kampanye pasangan calon presma-wapresma KM IPB periode 2010-2011 Bab III pasal 3 ayat 10 mengenai mengganggu aktivitas kampanye pasangan calon lain.

Menggaggu aktivitas kampanye yang dimaksud adalah kegiatan yang membuat aktivitas kampanye berhenti secara keseluruhan ataupun sementara waktu.

  1. SK No. 003/Tap/KPR/X/2010 tentang peraturan kampanye pasangan calon presma-wapresma KM IPB periode 2010-2011 Bab III pasal 3 ayat 14 mengenai tata aturan publikasi.

Tata aturan publikasi yang dimaksud adalah mengacu pada tata aturan publikasi sesuai dengan tempat pemasangan publikasi.

  1. SK No. 003/Tap/KPR/X/2010 tentang peraturan kampanye pasangan calon presma-wapresma KM IPB periode 2010-2011 Bab III pasal 5 ayat 1,5,6,7,8,9,10,13 mengenai pemotongan suara.

Pemotongan suara yang dimaksud adalah berdasarkan jumlah suara masing-masing pasangan calon

  1. SK No. 003/Tap/KPR/X/2010 tentang peraturan kampanye pasangan calon presma-wapresma KM IPB periode 200-2010 Bab III pasal 5 ayat 13 dan 14 mengenai penyitaan dan pencabutan.

Penyitaan yang dimaksud sarana kampanye yang diambil oleh KPR tidak bisa diambil kembali untuk digunakan kembali.

Pencabutan yang dimaksud sarana kampanye yang diambil oleh KPR bisa diambil kembali untuk digunakan kembali.

 

Comments are closed.