LOKA KARYA KM

MINGGU 20 FEBRUARI 2011

 

Lokakarya KM dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Februari 2011 di Auditorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, pukul 08.00-17.15. Acara ini diawali dengan sambutan dari Ketua BEM KM dan Ketua DPM KM. Dilanjutkan dengan sambutan sekaligus penyampain isu-isu kemahasiswaan dari Pak Rimbawan selaku Ketua Kehamahasiswaan, seperti prestasi mahasiswa, menejemen kemahasiswaan, dan isu kepemimpinan. Selain itu, pada acara ini juga mengundang Rektor IPB, Dr. Ir. Herri Suhardiyanto MSc untuk menyampaikan mengenai isu susu formula yang saat ini sedang marak diberitakan. Acara inti dari loka karya ini yaitu penyampaian permasalahan mahasiswa dari setiap komisi DPM KM.

Berikut permasalahan mahasiswa IPB yang disampaikan oleh setiap komisi DPM KM.

 

KOMISI 1 (AKADEMIK)

1.       SPP

Permasalahan: Pembayaran SPP via ATM kurang efektif, jadwal pembayaran terlalu sempit

Solusi: Sosialisasi secara continue, Terdapat jadwal pembayaran di setiap fakultas

2.      Beasiswa

Permasalahan: Info ke fakultas kurang, terkendala dengan IP yang kecil, Malu mencari beasiswa, Beasiswa tidak tersampaikan pada mahasiswa yg sesuai

Solusi: BEM dan DPM lebih aktif menginfokan beasiswa

“Pak Rimbawan: Ada bantuan biaya pendidikan dan ada beasiswa. Bantuan biaya pendidikan biasanya diberikan kepada mahasiswa yang memang kurang mampu secara financial dan tidak menuntut IPK.”

Saat ini sudah  beberapa beasiswa dengan persyaratan IPK 2.0. Beasiswa ganda, diperbolehkan. Selama persyaratannya boleh. Internal IPB ada yg memperbolehkan beasiswa ganda, apabila memang tidak cukup uang, jika memang sponsornya mengizinkan ganda

3.       KRS mayor-minor

Permasalahan: Membatalkan minor karena bentrok, Kesulitan mengmbil mayor, Minor tidak relevan dengan mayor, Banyak mata kuliah yang diperebutkan

Solusi: Departemen memberi daftar minor yang berhubungan dengan mayor juga SC yang berkaitan dengan mayor

“Pak Rimbawan: Ruang kelas IPB terbatas–>IPB akan membangun ruang kelas bersama, harapanya untuk kelas pararel.”

4.       Pelayanan Mahasiswa

Permasalahan: Toilet kotor, Kesulitan mengurus KTM, Pungutan parkiran

Solusi:  Kesadaran diri sindiri akan kepedulian terhadap lingkungan kampus, Penegasan dari pihak rektorat mengenai pungutan parkeir

“Pak Rimbawan: IPB sudah membangun pengelolaan air yg dapat memenuhi kebetuhan air mahasiswa”

Pak rektor mempunyai rencana untuk membangun toilet yg baru dengan mepekerjakan pelayan swasta. Di buku panduan program sarjana, sudah ada informasi mengenai KTM. Pungutan parkir sebenarnya tidak ada.

5.       Pelayanan Akademik

Permasalahan: Sebaran nilai tidak merata di Fakultas, Kontrak perkuliahan mengenai berkas nilai setelah ujian tidak konsisten, Libur hari raya tidak menentu

Solusi: Penyamaan standar nilai, Pengerahan terhadap dosen yang tidak konsisten dengan kontrak, Sosialisasi libur hari raya yang merata

“Pak Rimbawan: Yakinlah, dosen memberikan yang terbaik. Agak sulit jika setiap fakultas standar nilainya disamakan”

Nilai ujian –> tanggung jawab setiap dosen

Telah disusun rencana libur keagamaan yang baku. Tapi tolong kedepannya hari keagamaan tidak menjadi kendala.

6.       Kebijakan rektor

Permasalahan: Kehadiran 100%, penampilan mahasiswa (berambut panjang bagi pria)

Solusi: Ada sosialisasi dari rektorat kepada elemen-elemen terkait, Ada mekanisme/definisi yg jelas àMekanisme perizinan yang jelas, Hubungan yang baik antara rektorat dan departemen  terkait perizinan mahasiswa, Peraturan yang jelas mengenai kriteria rambut panjang, Indikator kerapihan yang jelas dari rektorat

Pak Rimbawan: 100% memang wajib, 20% izin dengan mendatangi dosen disertai surat izin

 

KOMISI 2 (SARANA DAN PRASARANA)

1.       Sarana

Permasalahan: Musholadan toilet kurang memadai, Air mati diatas jam 4

Solusi: menyediakan petugas kebersihan, semua LK perlu dilibatkan, memasukkan program kerja ke BEM atau DPM fakultas untuk fokus terhadap toilet, air, dan sampah, membuat kesepakatan bersama untuk membudayakan rasa malu apabila mengotori lingkungan kampus.

2.       Fasilitas olahraga

Permasalahan: Sarana olahraga mash kurang memadai, Penyewaan sarana olahraga kurang jelas

solusi: Perlu penambahan sarana olahraga, Klarifikasi tentang penyewaan, Transparansi pembayaran fasilitas olahraga, Mekanisme penyewaan dan jadwal pemakaian sarana olahraga diperjelas

3.       Fasilitas Kampus

Permasalahan: Fasilitas kamar kurang memadai, Pembangunan gedung, Lampu kurang , Sarana penunjang kuliah kurang memadai (mikrofon rusak, kursi tidak sesusai jumlah mahasiswa)

Solusi: Mengusakan perbaikan dalam hal tersebut, Membuat standar minimal ruangan kuliah.

 

KOMISI 3 (SOSIAL LINGKUNGAN)

1.       Sampah

Permasalahan: Sampah numpuk di Fahutan –> bau –> waktu pengangkutan kurang efektif, Tempat sampah kurang eye cathing, Banyak tempat sampah yang hilang –> pot bunga menjadi tempat sampah, Pembuangan sampah di belakang gym, Sampah di depan GKA –> petugas tidak mau mengambil sampah di dalam kampus

Solusi: Peraturan dan system yang dipertegas, Sosialisasi yang jelas di fakultas, Budaya malu membuang sampah sembarangan, Deklarasi KS Beriman, Pembinaan masyarakat, Sarana yang mendukung, kesadaran dari mahasiswa sendiri –> tas sebagai TPS

2.       Tempat parkir

Permasalahan: Peraturan mengenai area parkir kurang jelas

Solusi:  Penjelasan jalur sirkulasi dan garis parkir, Penutupan lahan illegal dengan portal, Kejelasan pada pihak terkait

3.       Rokok

Permasalahan: Masih banyak mahasiswa yang merokok di tempat umum, SK rektor mengenai rokok kurang dipertegas,Pegawai dan dosen masih merokok di dalam kampus

Solusi: Komisi disiplin di setiap fakultas harus bergerak, Sosialisasi SK à fakultas diberi tanggung jawab control, Jadwal yang jelas, kapan SK berlaku dan kapan mulai dilaksanakan

4.       Moral

Permasalahan: Banyak kejadian tindakan yang tidak bermoral

Solusi: Sosialisasi SK rektor mengenai cara berpakaian dan sosialisasi SIDAK, Jadwal yang jelas (kapan SK berlaku dan kapan mulai dilaksanakan*)

5.       kesehatan

Permasalahan: Pelayanan kesehatan IPB kurang

Solusi: Diadakan pelayanan informasi kesehatan mahasiswa

6.       Keamanan

Permasalahan: Pencurian barang berharga, Ojek yang tidak bertanggung jawab

Solusi: Membuat loker, Kejelasan dengan UKK untuk mengatasi ojek nakal, Pengoptimalan bus, Memasang jadwal bus di halte, Ojek legal di IPB mendapatkan pelatihan dari IPB, Taat jam malam (jam21.00 (mandat LK))

 

KOMISI 4 (KEMAHASISWAAN)

1.       Pemilihan rektor

Permasalahan: Status IPB yang semula BHMN menjadi PTN memberi dampak pada peran MWA IPB dalam pemilihan rektor yang berdampak tidak ada andil mahasiswa dalam menentukan rektor. Isu yang beredar, pemilihan rektor IPB 2011 dipilih langsung oleh mentri.

Solusi: diperlukan advokasi dari lembaga kemahasiswaan agar ada andil mahasiswa dalam rangkaian tersebut. Maka, Menjakpus BEM KM berkoordinasi dengan komisi III DPM KM sebagai Pj rector dan untuk pemilihan dekan sisepakati BEM Fakultas berkoordinasi dengan DPM Fakultas.

2.        Ranah kerja himpro

Permasalahan: Banyak program kerja himpro yang menjauh dari keprofesiannya, membuat Ditmawa melakukan suatu evaluasi akan ranah kerja himpro.

Solusi: Menghapus proker himpro yang berjenis nonkeprofesian yang artinya todak ada dana yang dikucurkan untuk melaksanakan kegiatan tersebut atau memakai dana mandiri. Komisi menunjuk DPM Fakultas sebagai PJ untuk mengevaluasi proker himpro.

3.       Transpirasi dana kemahasiswaan

Permasalahan: Isu mengenai mahasiswa D3 yang terlambat masuk kelas harus membayar sanksi adinistratif sebesar Rp 100.000,- dan setiap tahun D3 menyetor uang sejumlah 5-6M untuk S1

Klarifikasi: Uang yang masuk bukan untuk kepentingan S1, tetapi masuk ke instansi IPB dan disalurkan untuk segala kepentingan seluruh mahasiswa IPB termasuk di dalamnya De, S1, dan Pascasarjana.

4.       Standar dan evaluasi SC

Permasalahan: Standar SC di universitas sulit didapatkan dan aturan baru yang tidak memperbolehkan lagi meminjamkan ruang siding di SC.

Solusi: DPM Fakultas melakukan advokasi ke fakultas masing-masing agar disediakan ruangan yang dapat dipakai sebagai tempat kegiatan kelembagaan secara gratis.

5.       Sinkronisasi program LK dan timeline

Rekomendasi: DPM Fakultas membuat sinkronisasi proker LS, Himpro, dan BEM berdasarkan ranah kerja masing-masing LK yang afa di fakultasnya. DPM berhak memberikan rekomendasi berdasarkan pertimbangan RKAT LK.

6.       MPKMB

Permasalahan: Rentang waktu yang cukup lama sejak mahasiswa baru masuk IPB sampai pelaksanaan MPKMB membuat mahasiswa baru enggan mengikuti rangkaian MPKMB.

Solusi: Menyesuaikan dengan kalender akademik. Komisi memberikan rekomendasi pelaksaanaan dilakukan pada awal Agustus dengan catatan dapat membuat konsep yang baik untuk Ramadhan. Maka untuk menghindari ketidakhadiran peserta MPKMB, perlu disetujui oleh semua LK bahwa sertifikat MPKMB merupakan salah satu syarat untuk mahasiswa dapat tergabung dalam suatu LK.

7.       Pengembangan kesenian dan olahraga

Rekomendasi: Komisi melimpahkan tanggungjawab kepada panitia pelaksana untuk memahami kode etik kelembagaan, GBHK, juga SK Rektor sebelum kegiatan diawali.

8.       Promosi ke SMA

Permasalahan: Hampir semua LK di Fakultas memiliki program yang bersifat promosi ke SMA

Solusi: Ada pembahasan DPM Fakultas bersama semua LK di Fakultas masing-masing tentang isu ini.

9.       Kegiatan yang melibatkan kelembagaan

Permasalahan: Isu tentang ITB Fair yang merupakan kegiatan akbar kelembagaan ITB tidak dimiliki oleh IPB.

Solusi dan rekomendasi: BEM KM untuk tahun ini sudah merencanakan adanya kegiatan tersebut di IPB dengan media inisiator BEM Fakultas. Inisistir ini dapat menjadi wadah bagi telaksananya kegiatan akbar ini. Maka, diharapkan semua LK bergabung dalam proker BEM KM yang telah dirancang.

Comments are closed.